Facebook Twitter Gplus RSS
 
 
Home » Menurunkan Berat Badan » Manfaat Diet Tinggi Serat Makanan pada Obesitas

Manfaat Diet Tinggi Serat Makanan pada Obesitas

Pada masa lalu, serat makananManfaat Serat Makanan pada Penyakit Jantung Koroner. Read more ... » hanya dianggap sebagai sumber energi yang tidak tersedia (non-available energi source) dan hanya dikenal mempunyai efek pencahar perut. Namun berbagai penelitian telah melaporkan hubungan antara konsumsi serat makanan dan insiden timbulnya berbagai macam penyakit diantaranya kanker usus besar, penyakit kadiovskular dan kegemukkan (obesitas).

Ternyata dari hasil penyelidikan memperlihatkan bahwa serat makanan sangat baik untuk kesehatan, yaitu membantu mencegah sembelit, mencegah kanker, mencegah sakit pada usus besar, membantu menurunkan kadar kolesterolManfaat Serat Makanan pada Penyakit Jantung Koroner. Read more ... », membantu mengontrol kadar gula dalam darah, mencegah wasir, membantu menurunkan berat badanMenurunkan Berat Badan dengan Diet Kopi, Mau?. Read more ... », dan lain-lain.

Obesitas dan Risiko Kesehatan

obesitas pada anak 218x300 Manfaat Diet Tinggi Serat Makanan pada ObesitasObesitas (kegemukan) banyak terdapat  pada individu-individu di negara maju. Timbulnya obesitas dapat dihubungkan  dengan meningkatnya kemakmuran, karena pada masyarakat golongan menengah ke atas terjadi pergeseran pola makan dari tinggi karbohidrat, tinggi serat makanan. dan rendah lemak ke pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein serta miskin serat makanan.

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas. Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal juga dianggap mengalami obesitas. Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. (www.wikipedia.com). Metode sederhana untuk mengukur tingkat obesitas adalah dengan menghitung Indeks Massa Tubuh.

Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut dan pergelangan kaki). Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Sering ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki. Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung berbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti:

  • Diabetes tipe 2 (timbul pada masa dewasa)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Stroke
  • Serangan jantung (infark miokardium)
  • Gagal jantung
  • Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar)
  • Batu kandung empedu dan batu kandung kemih
  • Gout dan artritis gout
  • Osteoartritis
  • Tidur apneu (kegagalan untuk bernapas secara normal ketika sedang tidur, menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah)
  • Sindroma Pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, underventilasi dan ngantuk).

Serat Makanan Mencegah Obesitas

Dari beberapa peneliti melaporkan bahwa obesitas berhubungan langsung dengan rasio serat makanan terhadap energi. Serat makanan tidak diserap oleh usus, oleh sebab itu tidak memberikan kalori bagi tubuh. Dengan demikian pada  individu yang melakukan dietDiet Seimbang: Cara Sehat Menurunkan Berat Badan agar Langsing Alami. Read more ... » tinggi serat makanan, akan menurunkan berat badan, dan dapat menghindarkan obesitas.

Serat larut air (soluble fiber) seperti pectin, -glucans, dan gum serta beberapa hemiselulosa mempunyai kemampuan menahan air dan dapat membentuk cairan kental dalam saluran pencernaanManfaat Serat Makanan dalam Sistem Pencernaan. Read more ... ». Dengan kemampuan ini serat makanan larut air dapat menunda pengosongan makanan dari lambung, dan menghambat percampuran isi saluran cerna dengan enzim-enzim pencernaan, sehingga terjadi pengurangan penyerapan zat-zat makanan di bagian proksimal. Mekanisme inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan penyerapan (absorbsi) asam amino dan asam lemak oleh serat makanan larut air. Cairan kental ini mengurangi keberadaan asam amino dalam tubuh melalui penghambatan peptida usus. Oleh karena itu, makanan dengan kandungan serat makanan larut air yang tinggi tidak menstimulasi kenaikan berat badan dan menurunkan terjadinya obesitas.

Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi dilaporkan juga dapat menurunkan berat badan. Makanan akan tinggal dalam saluran pencernaan dalam waktu yang relatif singkat sehingga absorbsi zat makanan akan berkurang. Selain itu makanan yang mengandung serat makanan relatif tinggi akan memberi rasa kenyang sehingga menurunkan konsumsi makanan. Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi biasanya mengandung kalori rendah, kadar gula dan lemak rendah yang dapat membantu mengurangi terjadinya obesitas.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© Cara Diet Sehat dan Seimbang
credit
You might also likeclose

SEO Powered By SEOPressor