Facebook Twitter Gplus RSS
 
 
 
 

Manfaat Diet Tinggi Serat Makanan pada Obesitas

Pada masa lalu, serat makanan hanya dianggap sebagai sumber energi yang tidak tersedia (non-available energi source) dan hanya dikenal mempunyai efek pencahar perut. Namun berbagai penelitian telah melaporkan hubungan antara konsumsi serat makanan dan insiden timbulnya berbagai macam penyakit diantaranya kanker usus besar, penyakit kadiovskular dan kegemukkan (obesitas).

Ternyata dari hasil penyelidikan memperlihatkan bahwa serat makanan sangat baik untuk kesehatan, yaitu membantu mencegah sembelit, mencegah kanker, mencegah sakit pada usus besar, membantu menurunkan kadar kolesterol, membantu mengontrol kadar gula dalam darah, mencegah wasir, membantu menurunkan berat badan, dan lain-lain.

Obesitas dan Risiko Kesehatan

obesitas pada anak 218x300 Manfaat Diet Tinggi Serat Makanan pada ObesitasObesitas (kegemukan) banyak terdapat  pada individu-individu di negara maju. Timbulnya obesitas dapat dihubungkan  dengan meningkatnya kemakmuran, karena pada masyarakat golongan menengah ke atas terjadi pergeseran pola makan dari tinggi karbohidrat, tinggi serat makanan. dan rendah lemak ke pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein serta miskin serat makanan.

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas. Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal juga dianggap mengalami obesitas. Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. (www.wikipedia.com). Metode sederhana untuk mengukur tingkat obesitas adalah dengan menghitung Indeks Massa Tubuh.

Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut dan pergelangan kaki). Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Sering ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki. Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung berbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti:

  • Diabetes tipe 2 (timbul pada masa dewasa)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Stroke
  • Serangan jantung (infark miokardium)
  • Gagal jantung
  • Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar)
  • Batu kandung empedu dan batu kandung kemih
  • Gout dan artritis gout
  • Osteoartritis
  • Tidur apneu (kegagalan untuk bernapas secara normal ketika sedang tidur, menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah)
  • Sindroma Pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, underventilasi dan ngantuk).

Serat Makanan Mencegah Obesitas

Dari beberapa peneliti melaporkan bahwa obesitas berhubungan langsung dengan rasio serat makanan terhadap energi. Serat makanan tidak diserap oleh usus, oleh sebab itu tidak memberikan kalori bagi tubuh. Dengan demikian pada  individu yang melakukan diet tinggi serat makanan, akan menurunkan berat badan, dan dapat menghindarkan obesitas.

Serat larut air (soluble fiber) seperti pectin, -glucans, dan gum serta beberapa hemiselulosa mempunyai kemampuan menahan air dan dapat membentuk cairan kental dalam saluran pencernaan. Dengan kemampuan ini serat makanan larut air dapat menunda pengosongan makanan dari lambung, dan menghambat percampuran isi saluran cerna dengan enzim-enzim pencernaan, sehingga terjadi pengurangan penyerapan zat-zat makanan di bagian proksimal. Mekanisme inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan penyerapan (absorbsi) asam amino dan asam lemak oleh serat makanan larut air. Cairan kental ini mengurangi keberadaan asam amino dalam tubuh melalui penghambatan peptida usus. Oleh karena itu, makanan dengan kandungan serat makanan larut air yang tinggi tidak menstimulasi kenaikan berat badan dan menurunkan terjadinya obesitas.

Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi dilaporkan juga dapat menurunkan berat badan. Makanan akan tinggal dalam saluran pencernaan dalam waktu yang relatif singkat sehingga absorbsi zat makanan akan berkurang. Selain itu makanan yang mengandung serat makanan relatif tinggi akan memberi rasa kenyang sehingga menurunkan konsumsi makanan. Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi biasanya mengandung kalori rendah, kadar gula dan lemak rendah yang dapat membantu mengurangi terjadinya obesitas.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Manfaat Kesehatan Protein Kedelai

protein susu kedelai1 300x292 Manfaat Kesehatan Protein Kedelai

susu kedelai kaya protein nabati

Pada postingan sebelumnya tentang Sifat Fungsional Kedelai, telah disebutkan bahwa kedelai adalah kacang-kacangan yang mengandung protein dalam jumlah tinggi. Kualitas protein kacang kedelai juga bagus karena protein kedelai mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhan tubuh manusia, dan dapat disejajarkan dengan protein hewani. Pada saat ini, banyak penelitian di negara maju, terutama di AS, yang berhubungan dengan manfaat protein bagi kesehatan.

Protein Kedelai Menurunkan Kolesterol dan Mencegah Atherosclerosis

Konsumsi protein kedelai setiap hari dapat menurunkan resiko panyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol-LDL darah dan lemak darah. Selama bertahun-tahun para peneliti mendapatkan bahwa konsumsi makanan dari kedelai mempunyai efek cenderung menurunkan kolesterol karena kedelai rendah kadar asam lemak jenuhnya dan tidak mengandung kolesterol. Penggantian protein hewani dengan protein kedelai dalam makanan sehari-hari terbukti menurunkan kadar kolesterol baik pada hewan percobaan maupun manusia.

Hasil metabolisis menunjukkan bahwa terdapat 38 hasil studi yang menunjukkan atau menyimpulkan bahwa konsumsi protein kedelai menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, tanpa menurunkan kolesterol HDL, pada orang yang mempunyai kadar kolesterol yang tinggi. Konsumsi protein sebanyak 25 gram per hari menunjukkan adanya penurunan kolesterol pada orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi (hiperkolesterolemik). Mekanismenya belum begitu jelas, tetapi ada beberapa teori yang dapat menjelaskan hal tersebut. Para peneliti telah menemukan bahwa isoflavon yang terdapat dalam protein kedelai meningkatkan efek penurunan kolesterol pada monyet rhesus. Sinergi antara protein dan isoflavon diduga merupakan faktor utama dalam kemampuan kedelai dalam menurunkan kelesterol. Protein kedelai juga menunjukkan daya hambat dalam oksidasi kolesterol LDL. Hal ini merupakan cara lain dari protein dalam mencegah atherosclerosis.

Protein Kedelai Menurunkan Resiko Osteoporosis

Konsumsi protein kedelai juga terbukti dapat menurunkan resiko osteoporosis. Protein kedelai dalam bentuk isolat dapat mencegah kerapuhan tulang pada tikus percobaan yang dijadikan model untuk mempelajari osteoporosis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi apakah sifat protektif kedelai ini berasal dari protein atau isoflavon yang terkandung di dalamnya. Para peneliti yang lain menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi protein kedelai kehilangan kalsium lebih sedikit ke dalam urine dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi protein hewani . Konsumsi asam amino belerang yang berlebihan, yang terjadi jika banyak mengkonsumsi protein hewani, cenderung untuk memperbanyak kehilangan kalsium dalam urin.

Protein Kedelai Menguntungkan Ginjal

Konsumsi protein kedelai juga mempunyai efek yang menguntungkan fungsi ginjal. Pada tikus percobaan yang di disain mempunyai penyakit ginjal, konsumsi protein kedelai mempunyai daya hidup yang lebih baik dan mempunyai kerusakan ginjal yang lebih sedikit dibandingkan dengan konsumsi protein susu (kasein). Suatu studi yang dilakukan pada sukarelawan yang sehat menunjukkan adanya perbedaan dalam fungsi ginjal antara yang mengkonsumsi protein kedelai dengan yang mengkonsumsi protein hewani pada kadar yang sama. Pada saat mengkonsumsi protein kedelai terjadi glomerular filtration rate, aliran plasma ginjal dan kejernihan fraksi albumin yang lebih rendah. Implikasi praktis dari studi ini adalah bahwa pasien akan menghasilkan hasil yang sama jika diberi protein kedelai dibandingkan dengan jika diberi makanan yang dibatasi kadar proteinnya.

Hmm… ternyata banyak juga ya manfaat protein kedelai bagi kesehatan tubuh kita. Oleh karena itu, jangan sepelekan makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu, tempe, dan lain-lain.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Pangan Fungsional: Pengertian dan Syaratnya

Definisi dan Syarat Pangan Fungsional

Apakah Pangan Fungsional Itu?

pangan fungsional Pangan Fungsional: Pengertian dan SyaratnyaPangan fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, diluar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Menurut American Dietetic Association (ADA), yang termasuk pangan fungsional tidak hanya pangan alamiah tetapi juga pangan yang telah difortifikasi atau diperkaya dan memberikan efek potensial yang bermanfaat untuk kesehatan jika dikonsumsi sebagai bagian dari menu pangan yang bervariasi secara teratur pada dosis yang efektif.

Persyaratan Pangan Fungsional

Untuk dapat disebut sebagai pangan fungsional, paling tidak harus ada beberapa hal yang harus dipenuhi, yaitu:

(1). Pangan fungsional harus berupa produk pangan, bukan kapsul, tablet atau bubuk dan berasal dari bahan yang terdapat secara alami. (2). Pangan fungsional dapat dan layak dikonsumsi sebagai bagian dari diet atau menu sehari-hari, dan (3). Pangan fungsional harus mempunyai fungsi tertentu pada waktu dicerna, memberikan peran dalam proses tubuh tertentu, seperti memperkuat mekanisme pertahanan tubuh, mencegah penyakit tertentu, membantu tubuh untuk memulihkan kondisi tubuh setelah terserang penyakit tertentu, menjaga kondisi fisik dan mental, dan memperlambat proses penuaan.

Bahan atau ingredien yang dapat mempertingi status kesehatan, digolongkan sebagai berikut : serat makanan (dietary fiber); oligosakarida; gula alkohol; asam amino, peptida dan protein; glikosida; alcohol; isoprenoid dan vitamin; kolin; mineral; bakteri asam laktat; asam lemak tidak jenuh; serta fitokimia dan antioksidan.

Aneka Ragam Pangan Fungsional

Bentuk fisik pangan fungsional yang mengandung bahan-bahan aktif (bioaktif) di atas terdiri atas : (1). Produk susu, misalnya susu fermentasi dan lactobacillus, (2). Minuman, yaitu minuman yang mengandung suplemen serat makanan, mineral, vitamin, minuman olahraga kaya protein yang mengandung kolagen dan lain3 lain, serta (3). Makanan, misalnya roti yang mengandung vitamin A tinggi, serat makanan tinggi; biskuit yang diperkaya serat makanan, makanan dari bahan yang dikenal memiliki kandungan senyawa aktif berkhasiat seperti isoflavon dalam kedelai dan lain-lain. Demikian tulisan singkat ini, mudah-mudahan dapat memperluas pengetahuan dan wawasan kita mengenai pangan fungsional.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Sifat Fungsional Kedelai

Kedelai dan Sifat Fungsionalnya Bagi Kesehatan

Disamping bernilai gizi tinggi, para peneliti menemukan bahwa kedelai mempunyai banyak efek menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi. Kacang kedelai merupakan sumber protein tercerna yang sangat baik. Meskipun kandungan vitamin (vitamin A, E, K dan beberapa jenis vitamin B) dan mineral (K, Fe, Zn dan P) di dalamnya tinggi, tetapi kedelai rendah dalam kandungan asam lemak jenuh. Sekitar 60 % kandungan asam lemak tidak jenuh kacang kedelai terdiri atas asam linoleat dan linolenat, yang keduanya diketahui membantu kesehatan jantung. Kacang kedelai tidak mengandung kolesterol. Makanan dari kedelai juga bebas laktosa, yang sangat cocok bagi konsumen yang menderita lactose intolerant.

Pada bulan Oktober 1999, US FDA menyetujui klaim kesehatan yang menyatakan bahwa konsumsi 25 gram protein kedelai, sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol, dapat mengurangi resiko penyakit jantung, yang merupakan penyebab kematian nomor satu di banyak negara maju. Hasil-hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kedelai dapat membantu meningkatkan kondisi penderita penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, diabetes, osteoporosis dan beberapa jenis kanker. Penelitian medis terkini sedang meneliti lebih lanjut potensi yang menguntungkan tersebut dan mekanisme kerjanya.

Komposisi Nutrisi Kedelai

Produk-produk yang mengandung kedelai umumnya bergizi tinggi, mengandung protein yang mudah dicerna dan mempunyai nilai Protein Efisiensi Rasio (PER) yang dapat disejajarkan dengan protein hewani. Produk-produk dari kedelai juga bebas laktosa, yang membuatnya lebih cocok untuk konsumen yang menderita intoleransi laktosa. Kacang kedelai rendah kandungan asam lemak jenuhnya, Lemak kedelai mengandung 15 % asam lemak jenuh, sedangkan sekitar 60 % lemak tidak jenuhnya berisi asam linolenat dan linoleat, yang keduanya diketahui membantu menyehatkan jantung dan mengurangi resiko terkena kanker.

Kacang kedelai juga kaya vitamin (vitamin A, E, K dan beberapa jenis vitamin B) dan mineral (K, Fe, Zn dan P). Beberapa produk dari kedelai utuh juga merupakan sumber serat makanan yang baik. Di bawah ini adalah tabel komponen nutrisi dalam ekstrak kedelai jernih.

tabel komposisi gizi nutrisi kedelai Sifat Fungsional Kedelai

Komposisi gizi ekstrak kedelai tersaring (jernih)

Sifat nutrisi kedelai agak unik dibandingkan jenis kacang-kacangan yang lain karena kedelai tinggi kandungan protein dan lemak, serta lebih rendah kandungan karbohidratnya.Kedelai tinggi kandungan proteinnya. Pada kebanyakan kacang-kacangan lain, kadar proteinnya berkisar antara 20 – 30 %, sedangkan pada kedelai 35 – 38 %. Kalau protein dalam produk-produk kedelai bervariasi misalnya, tepung kedelai 50 %, konsentrat protein kedelai 70 % dan isalat protein kedelai 90 %.

Kedelai merupakan penghasil minyak yang tinggi. Minyak ini rendah kandungan lemak jenuhnya, yaitu sekitar 15 %, dan tinggi kadar asam lemak tidak jenuhnya yaitu sekitar 61 % lemak tidak jenuh ganda (PUFA) dan 24 % lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid). Minyak kedelai merupakan sumber asam linoleat yang baik, yang keduanya merupakan asam lemak esensial. Lebih dari 50 % asam lemaknya adalah asam linoleat, sedangkan sekitar 7 % merupakan asam linolenat.

Sebelum diolah, kedelai sangat tinggi kandungan vitam E yang merupakan vitamin yang larut minyak. Pengolahan menjadi minyak akan membuang sekitar 3 % dari vitamin E. Limbahnya tersebut merupakan sumber vitamin E yang baik. Minyak hasil olahannya masih tergolong tinggi kandungan vitamin E-nya, karena satu sendok teh menyumbangkan sekitar 10 % dari total kebutuhan vitamin E per hari.

Disamping vitamin E, produk samping lain dari minyak kedelai adalah lesitin. Lesitin banyak digunakan sebagai emulsifier, yang berfungsi untuk menghasilkan campuran yang stabil antara minyak dan air dalam bentuk bahan pangan emulsi. Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah maksimum 30 % dari konsumsi kalori per hari dan tidak lebih dari 10 %-nya merupakan asam lemak jenuh. Konsumsi lemak atau minyak diatas batas yang dianjurkan tersebut menyebabkan peningkatan kadar kolesterol darah dan resiko atherosklerosis.

Kedelai Kaya Protein Bermutu Tinggi

Pada umumnya protein nabati dikenal mempunyai mutu yang lebih rendah dibanding dengan protein hewani, karena mempunyai kandungan asam amino esensial tertentu yang lebih rendah. Biji-bijian cenderung rendah kandungan asam amino lisinnya, sedangkan kacangkacangan, termasuk kedelai cenderung rendah dalam kandungan asam amino belerang, yaitu metionin dan sistein. Meskipun masih mempunyai asam amino pembatas berupa asam amino yang mengandung belerang (metionin dan sistein), tetapi jika dibandingkan dengan kacang-kacangan lain, jumlah kedua asam amino pembatas tersebut dalam kedelai masih lebih tinggi. WHO telah menetapkan bahwa jika dikonsumsi sesuai anjuran konsumsi protein harian, protein kedelai mengandung jumlah semua asam amino esensial yang mencakupi kebutuhan tubuh manusia, dan dapat disejajarkan dengan protein hewani. Para vegetatian dapat memilih sumber asupan protein berkualitas dari kedelai,

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Manfaat Serat Makanan pada Penyakit Jantung Koroner



Manfaat Serat Makanan pada penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan gangguan kardiovaskuler. Penyebab utama Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah hiperlipidemia atau hiperproteinemia, yang merupakan akibat gangguan transportasi lipid atau lemak tubuh. Penyakit jantung koroner diawali dengan terjadinya aterosklerosis, yaitu suatu kondisi penyakit yang disebabkan oleh adanya penyumbatan karena terjadi penebalan dan pengerasan dinding arteri bagian dalam. Aterosklerosis  merupakan gabungan dari berbagai proses yang bersifat fisik, biologis dan kimia yang sangat kompleks, baik dalam hal urutan kejadiannya maupun interaksi selulernya.

penyakit jantung koroner 300x203 Manfaat Serat Makanan pada Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Hiperlipidemia Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Terdapat beberapa jenis lipid di dalam darah, tetapi yang dikenal secara umum adalah kolesterol dan trigliserida. Sebenarnya lipid penting untuk berfungsinya sel dan digunakan sebagai energi, pelindung organ penting, pembentuk sel, sintesis berbagai hormon, dll., tetapi bila kadar lipid melampaui batas yaitu pada keadaan hiperlipidemia, hal-hal yang tidak diinginkan akan timbul, diantaranya Penyakit Jantung Koroner. Lipid bersifat tidak larut dalam air, oleh sebab itu memerlukan pengangkut khusus untuk dapat mengalir bersama serum darah ke seluruh tubuh. Lipid akan diikatkan pada protein agar dapat larut dan dapat diangkut dari tempat yang satu ke tempat yang lain di dalam tubuh. Ikatan tersebut disebut lipoprotein.

Ada beberapa jenis lipoprotein yaitu LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein), VLDL (Very Low Density Lipoprotein), dan kilomikron. LDL berfungsi mengedarkan kolesterol ke sel-sel jaringan. Dengan semakin tingginya kadar LDL, semakin  banyak tumpukan (endapan) kolesterol  dalam dinding pembuluh darah, sehingga  kemungkinan terjadi aterosklerosis semakin besar dan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner. Kolesterol LDL disebut juga bad cholesterol. Sebaliknya lipoprotein HDL yang disebut sebagai good  cholesterol yabg bertugas mengangkut kolesterol dari jaringan dan dinding pembuluh darah ke hati untuk di metabolisme, sehingga menurunkan resiko terkena penyakit jantung koroner.

Serat Makanan Menurunkan Resiko Penyakit Jantung Koroner

Telah dibuktikan bahwa komponen serat makanan yang larut dalam air seperti pektin, gum, dan hemiselulosa berhubungan dengan daya penurunan kadar kolesterol dan pengontrolan kadar gula darah. Penderita hipertrigliseridemik (kelebihan trigliserida, sejenis lipida) yang mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat kompleks (serat kasar) dari leguminose (kacang-kacangan) yang dikeringkan dapat menurunkan trigliserida dan total LDL-kolesterol serum. Hal ini karena adanya serat kasar sebagai senyawa antigizi mengakibatkan karbohidrat dicerna secara perlahan, dengan demikian dapat mengendalikan pengaruh hiperlipidemia.  Dilaporkan pula bahwa  serat makanan yang diberikan pada pria dan wanita dewasa berusia 50 – 79  tahun dapat mencegah resiko penyakit jantung koroner.

Penyakit Jantung Koroner dapat Dikurangi oleh Serat dengan Cara Mengikat Asam Empedu

Serat makanan mampu mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol), dengan demikian dapat mencegah penyerapannya kembali dari usus. Di samping itu juga dapat meningkatkan ekskresinya melalui feses, sehingga akan meningkatkan konversi kolesterol serum darah menjadi asam empedu, akibatnya dapat menurunkan kadar kolesterol darah.  Produk akhir pencernaan lemak dalam usus halus adalah monogliserida, asam-asam lemak, kolesterol, fosfolipid, trigliserida berantai pendek dan medium. Dalam lumen usus halus senyawa tersebut bergabung dengan cairan empedu membentuk agregat yang disebut misel. Lignin dan pektin sebagai penyusun serat makanan, mempunyai gugus penukar kation  yang mampu mengikat asam empedu dan berfungsi sebagai emulsifier. Dengan demikian kolesterol yang berikatan dengan asam empedu dan lignin/pektin tidak dapat diserap usus, tetapi akan keluar bersama feses. Oleh karena itu, serat makanan dapat mencegah penyakit jantung koroner.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Diet Seimbang: Cara Sehat Menurunkan Berat Badan agar Langsing Alami

diet makanan seimbang 300x243 Diet Seimbang: Cara Sehat Menurunkan Berat Badan agar Langsing AlamiSetiap orang yang bermasalah dengan berat badan pasti sudah akrab dengan istilah diet. Tetapi, mengertikah Anda apa yang dimaksud dengan diet itu? Dan bagaimanakah diet yang benar itu? Baca artikel ini untuk penjelasan lebih lanjut dan temukan solusi menurunkan berat badan secara sehat dan mudah.

Pengertian diet sesungguhnya adalah “pengaturan pola makan” yang berarti mengatur pola makan kita untuk menjadi lebih sehat. Tetapi yang sering terjadi di masyarakat adalah, diet diartikan sebagai mengurangi porsi makan dan menahan lapar yang seringkali dipercaya akan menurunkan berat badan. Padahal pada kenyataannya, jika Anda mengurangi makan Anda hingga hanya 1 atau 2 kali sehari dengan porsi yang sangat kecil, memang berat badan Anda akan berkurang dalam jangka 1 -3 minggu, tetapi tahukah Anda apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh Anda?

Jika Anda makan dalam jumlah yang sangat sedikit, tubuh Anda secara otomatis akan menerima tanda bahaya dan akan melindungi Anda dari bahaya kelaparan. Oleh karena itu, tubuh Anda akan membakar kalori lebih sedikit dan metabolisme tubuh akan melambat dari biasanya. Dan ketika Anda sudah menghentikan “diet“, maka Anda akan makan dan makan lebih banyak dari sebelumnya. Bukan karena Anda serakah atau rakus, tetapi karena tubuh Anda memerlukan makanan lebih banyak dalam rangka mengembalikan apa yang hilang sewaktu Anda “diet”. Oleh karena itu, yang terjadi adalah berat badan Anda memang turun pada saat diet, tetapi setelah Anda menghentikan diet Anda, berat badan Anda bertambah lagi bahkan lebih banyak dari sebelum Anda diet. Apakah anda pernah mengalami hal seperti ini?

Perlu juga Anda ketahui bahwa ketika Anda “diet ketat” dengan mengurangi makan secara berlebih dan menahan lapar, berat badan yang hilang dari tubuh Anda adalah 50% lemak dan 50% otot. Hal ini terjadi karena lemak merupakan cadangan makanan tubuh yang akan tetap disimpan oleh tubuh untuk bertahan hidup. Ketika tubuh kita kelaparan, tubuh kita dihadapkan pada pilihan untuk membakar lemak atau otot. Karena lemak merupakan cadangan energi yang paling utama untuk bertahan hidup, maka yang dibakar adalah otot dan kemudian lemak. Tetapi ketika Anda menghentikan diet dan memperoleh berat badan Anda kembali, yang Anda dapatkan adalah 100% lemak! Kemana otot Anda? Tentu saja hilang, dan harus diperoleh lagi dengan latihan yang keras. Oleh karena itu hal ini sangat merugikan kita. Terlebih lagi ketika Anda menghindari sarapan, tidak makan pagi lalu ditambah dengan olahraga pagi, yang membuat Anda yakin akan menurunkan berat badan Anda. Benarkah yang demikian? Jawabannya adalah BELUM TENTU.

Ketika Anda berolah raga tetapi tidak sarapan, tubuh Anda kelaparan. Sebagai konsekuensinya, Anda cenderung makan terlalu kenyang ketika waktu makan tiba. Untuk mengoptimalkan kesehatan, kita perlu sarapan untuk membagi jatah makan kita dalam sehari. Tetapi anda harus menghindari pola diet dengan makan 2-3 jam sebelum waktu tidur. Hal ini sudah jelas karena di saat kita tidur, tubuh kita tumbuh, berkembang, memperbaiki dan menyimpan tenaga. Metabolisme tubuh melambat ketika kita sedang tidur, dan makanan yang belum tercerna di dalam tubuh akan disimpan sebagai cadangan untuk kebutuhan di masa mendatang. Cadangan ini akan disimpan dalam bentuk lemak. Tentunya hal ini sangat tidak diinginkan. Jika Anda menghindari makan 2 – 3 jam sebelum tidur, Anda akan memberi tubuh Anda cukup waktu untuk mencerna makanan. Dengan begitu, ketika Anda tidur, Anda tidak akan menyimpan kalori yang bisa disimpan menjadi lemak.

Hal diatas membahas tentang kebiasaan diet yang salah. Tetapi tahukah Anda bahwa hanya dengan mengubah cara makan bisa mengurangi jumlah makanan berlebih yang seharusnya tidak Anda makan? Ya benar. Anda perlu makan dalam jumlah yang cukup, tidak kurang dan tidak lebih. Makan kurang atau berlebih membuat Anda gemuk. Tetapi bagaimanakah mengetahui jumlah makan yang cukup? Apakah jumlah yang cukup untuk Anda makan adalah porsi yang biasa Anda makan sehari-hari? Belum tentu demikian.

Mengetahui porsi makan yang tepat sangat penting dalam diet anda. Untuk mengetahui porsi makan Anda yang sesungguhnya, cobalah untuk makan secara perlahan. Maksudnya perlambat proses makan Anda. Jika biasanya mampu menghabiskan 1 porsi mie pangsit atau nasi goreng dalam waktu 5 menit buatlah menjadi 20 menit atau bahkan lebih jika Anda bisa.

Mengapa?

Tahukah Anda bahwa tubuh memerlukan waktu 20 menit untuk memberitahu otak kalau kita sudah kenyang? Dengan memperlambat makan, kita bisa mencegah kekenyangan atau makan berlebih, karena ada cukup waktu bagi otak untuk menerima informasi bahwa kita sudah kenyang. Ketika Anda memikirkan diet yang sehat, saya tahu apa yang ada dipikiran Anda. Pasti banyak dari Anda yang memikirkan makanan yang serba tidak enak, tidak berasa, tidak boleh digoreng, harus direbus, dan sebagainya.

Mari kita ubah persepsi Anda!

Saya tidak bilang Anda tidak boleh makan lemak atau nasi sama sekali dalam diet anda. Jika Anda tidak mengkonsumsi lemak, maka tubuh Anda akan sakit, karena lemak berfungsi untuk melarutkan vitamin A,D,E,K yang berguna bagi tubuh. Tetapi, lemak yang Anda konsumsi harus lemak yang sehat. Bagaimanakah lemak yang sehat itu? Gampang saja, lemak yang sehat adalah lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda, atau yang biasa disebut monounsaturated fat dan polyunsaturated fat.

Dari manakah kita mendapat lemak sehat untuk diet kita? Lemak yang sehat terdapat pada : extra virgin olive oil, hazelnut, almond, apokat, mente dan lain-lain. Jika Anda mengganti minyak goreng Anda dengan extra virgin olive oil (minyak zaitun murni), maka Anda memasak dengan minyak sehat. Khawatir rasanya akan berubah menjadi tidak enak? Tenang saja. Olive oil atau minyak zaitun sama persis dengan minyak goreng lain yang berbahan kelapa sawit, hanya jauh lebih sehat.

Berikut adalah beberapa tips diet yang bermanfaat bagi anda untuk membantu menurunkan berat badan Anda tanpa kelaparan.

- Jangan hindari sarapan dan makanlah setiap 3 – 4 jam sekali untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah
- Hindari makan 2-3 jam sebelum tidur
- Makanlah secara perlahan dan nikmati setiap suap makanan Anda
- Bergeraklah sesudah makan, jalan-jalan atau melakukan suatu kegiatan setelah makan menghindari makanan tersimpan menjadi lemak
- Makanlah makanan yang sehat, lemak yang sehat dalam jumlah yang cukup, tidak kurang dan tidak berlebih
- Makanlah makanan asli, bukan makanan olahan atau makanan kemasan.

Semoga tulisan tersebut bisa me-refresh persepsi dan pandangan anda mengenai diet. Sehingga anda bisa menurunkan berat badan anda untuk tampil langsing secara sehat dan tanpa kelaparan.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Menurunkan Berat Badan dengan Diet Kopi, Mau?

Menurunkan Berat Badan dengan Diet Kopi

menurunkan berat badan dengan diet kopi2 300x225 Menurunkan Berat Badan dengan Diet Kopi, Mau?

Kafein dalam kopi mempercepat laju metabolisme tubuh

Ada info menarik dari teman saya nih. Beberapa hari yang lalu dia cerita tentang diet kopi untuk menurunkan berat badan. Saya share di blog ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi anda.

Gaya hidup modern telah memicu terjadinya banyak kasus obesitas, terutama di kota-kota besar. Obesitas atau kelebihan berat badan sebenarnya sangat merugikan karena selain memperburuk penampilan juga dapat mengundang datangnya berbagai macam penyakit.  Oleh karena itu, banyak cara yang ditempuh untuk menurunkan berat badan, di antaranya dengan diet ketat dan olah raga keras. Beberapa orang merasa keberatan dengan cara-cara seperti ini karena sangat menyiksa. Jika anda adalah salah satunya, maka cara yang satu ini dapat anda pertimbangkan.

Diet kopi merupakan salah satu cara untuk menghilangkan lemak dengan memasukkan lebih banyak kopi pada daftar menu diet anda. Seperti yang kita ketahui, kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan laju metabolisme hingga hampir 10%. Hal ini berarti tambahan pembakaran kalori sebanyak 200-300 kalori, tentunya tergantung pada metabolisme anda. Sebenarnya, penggunaan kafein untuk diet sudah bukan hal baru lagi, sebagian besar suplemen pembakar lemak komersial untuk menurunkan berat badan ternyata menggunakan kafein sebagai bahan utama. Nah, daripada anda harus membeli suplemen untuk ini dengan harga yang relatif mahal, ada baiknya jika anda menggunakan kopi sebagai sarana diet anda untuk menurunkan berat badan.

Cara Praktis Menurunkan Berat Badan

Tidak seperti diet-diet lainnya, diet kopi ini sangat praktis, tidak membutuhkan perhitungan ataupun skala. Anda cukup meminum 5 cangkir kopi per hari (masing-masing 200 ml) untuk meningkatkan laju metabolisme anda dan menurunkan berat badan. Ingatlah bahwa kopi yang anda konsumsi harus terbebas dari segala macam zat yang mengandung kalori, seperti gula dan susu. Tentunya, kopi yang anda pergunakan adalah kopi segar yang memiliki kualitas tinggi!

Sedikit aturan untuk menurunkan berat badan dengan diet kopi ini adalah jangan meminum semua kopi sekaligus! Hal ini akan berdampak negatif bagi jantung, paru-paru dan lambung anda. Bagilah asupan kopi dalam lima waktu yang berbeda. Misalnya, satu cangkir kopi di pagi hari, satu kopi setelah makan siang, satu cangkir lagi sekitar pukul 4 sore, kemudian satu cangkir setelah makan malam, dan satu lagi pukul 8.30 malam (tergantung waktu tidur anda).

Efek samping yang mungkin terjadi pada diet kopi untuk menurunkan berat badan ini adalah adanya peningkatan denyut jantung, dehidrasi, dan pencoklatan gigi. Diet ini tidak diperuntukkan bagi anda yang memiliki permasalahan berkaitan dengan jantung. Minumlah minimal 1,5 liter air tawar (air dari sumber lain tidak termasuk) untuk menghindari dehidrasi. Selanjutnya, untuk menghindari pencoklatan gigi, gosoklah gigi anda secara teratur setelah mengkonsumsi kopi.

Akselerasi Proses Menurunkan Berat Badan

Anda  dapat mempercepat proses menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi makanan sehat. Selain itu, percepatan juga bisa anda peroleh dengan menambah aktivitas fisik/olah raga anda. Agar anda menikmati olah raga yang dijalani, pilih jenis olah raga yang sesuai dengan hobi Anda. Dalam hal ini, saya merekomendasikan jogging, lari, renang, fitnes, bersepeda, badminton, tenis, voli, atau basket. Untuk meningkatkan pembakaran kalori selama berolah raga, minumlah secangkir kopi sebelum berolah raga.

Sebagai catatan, jangan mengkonsumsi kopi 4 jam sebelum  anda tidur, dan konsultasikan dengan dokter sebelum anda memulai diet ini  terutama bila anda bermasalah dengan jantung  dan pembuluh darah. Mudah-mudahan usaha anda untuk menurunkan berat badan bisa berhasil sesuai harapan anda.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Pengertian Serat Makanan

serat makanan1 150x150 Pengertian Serat Makanan

serat makanan

Pengertian Serat Makanan

Istilah serat makanan (dietary fiber) harus dibedakan dengan istilah serat kasar (crude fiber) yang biasa digunakan dalm analisa proksimat bahan pangan. Serat makanan adalah bahan makanan residu sel tanaman yang tidak dapat dihidrolisis (diuraikan) oleh enzim pencernaan manusia dalam suasana keasaman lambung, serta hasil-hasil fermentasinya tidak dapat digunakan oleh tubuh. Serat kasar adalah bagian dari pangan yang tidak dapat dihidrolisis oleh bahan-bahan kimia yang digunakan untuk menentukan kadar serat kasar, seperti asam sulfat (H2SO4 1.25%) dan natrium hidroksida (NaOH  1.25%). Definisi terbaru tentang serat makanan yang disampaikan oleh the American Association of Cereal Chemist (AACC, 2001) adalah bagian yang dapat dimakan dari tanaman atau karbohidrat analog yang resisten terhadap pencernaan dan absorpsi  pada usus halus dengan fermentasi lengkap atau parsial pada usus besar.

Sumber dan Penggolongan Serat Makanan


Beberapa  bahan  yang tergolong serat makanan  adalah  selulosa, hemiselulosa,  gum, pektin,  dan musilase yang merupakan polimer  karbohidrat, serta bahan  yang  bukan tergolong karbohidart  seperti  lignin, waxes (malam) dan kutin. Serat makanan juga ada yang berasal dari food additives (bahan tambahan makanan) berupa arabic gum, guar gum, alginat, karagenan, dan carboxymetil cellulose (CMC).

Serat makanan banyak terdapat pada diet sehari-hari kita seperti buah-buahan, sayuran, dan serealia, seperti beras, gandum, jagung, dan sorgum. Berdasarkan kelarutannya, serat makanan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu serat larut air (soluble dietary fiber), dan serat tidak larut air (insoluble dietary fiber). Pektin, gum, musilase, dan beberapa hemilselulosa termasuk  serat  larut air karena dapat larut dalam air panas. Serat ini banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran dan serealia, sedang gum banyak terdapat pada akasia. Selulosa,  lignin dan beberapa  hemilselulosa lainnya tidak larut dalam air. Serat tersebut banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Serat Makanan Larut Air dan Tidak Larut Air

Sekitar sepertiga dari serat makanan total (Total Dietary Fiber) adalah serat makanan yang larut, sedangkan kelompok terbesarnya merupakan serat makanan yang tidak larut. Serat larut air, khususnya pektin dan  gum, umumnya memiliki potensi meningkatkan  viskositas  isi usus, memperlambat penyerapan glukosa dan lipid oleh usus halus, mempengaruhi  metabollisme kolesterol, serta meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek dalam kolon (usus besar). Serat tidak larut air mempunyai pengaruh lebih kecil terhadap  hal-hal  tersebut,  tetapi cenderung mempengaruhi fungsi usus besar, seperti berat feses, volume feses, frekuensi pengeluaran feses dan laju transit dalam saluran pencernaan.

Pada masa lalu, serat makanan hanya dianggap sebagai sumber energi yang tidak tersedia (non-available energi source) dan hanya dikenal mempunyai efek pencahar perut.  Namun berbagai penelitian telah melaporkan hubungan antara konsumsi serat dan insiden timbulnya berbagai macam penyakit diantaranya kanker usus besar, penyakit kardiovskuler, dan kegemukkan (obesitas). Oleh karena itu, marilah kita biasakan mengkonsumsi serat makanan.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 

Manfaat Serat Makanan dalam Sistem Pencernaan

 

manfaat serat makanan dalam pencernaan1 150x150 Manfaat Serat Makanan dalam Sistem Pencernaan

konsumsi serat makanan

Serat makanan setelah masuk ke usus memiliki sifat  dapat mengikat air, sehingga menyebabkan sisa-sisa makanan  yang tidak tercerna  oleh usus menjadi lebih berat, volume lebih besar, dan lebih lunak, sehingga memungkinkan untuk bergerak (peristaltik) melewati usus (saluran pencernaan) lebih cepat dan lebih teratur. Volume feses yang besar dan lunak menyebabkan feses mudah dikeluarkan tanpa harus ngeden (kontraksi otot usus)

Kekurangan serat makanan akan menyebabkan tinja menjadi keras dan diperlukan kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya, hal ini sering kali menyebabkan konstipasi (susah buang air besar). Bila hal itu berlangsung terus-menerus maka otot menjadi lelah dan lemah sehingga muncul penyakit diverticulosis. Konsumsi makanan berkadar serat rendah, menyebabkan gerakan sisa makanan hasil pencernaan dalam usus besar menjadi sangat lambat. Tekanan dari sisa pencernaan yang terakumulasi pada dinding kolon dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit misalnya terjadinya kantung-kantung kecil pada daerah yang susunan  ototnya lemah (divertikulosis). Apabila dalam kantung ini terjadi infeksi maka akan berakibat divertikulitis. Sisa-sisa makanan yang mengeras juga akan menstimulir terjadinya appendisitis (radang usus buntu) dan haemorroid, serta gangguan  pencernaan lainnya.

Konsumsi makanan berkadar serat makanan rendah juga mengakibatkan konsentrasi sisa pencernaan menjadi lebih tinggi, dan berada dalam kolon lebih lama. Dengan makin lama waktu transit sisa pencernaan di kolon, mengakibatkan  tersedianya cukup waktu bagi bakteri-bakteri pembusuk yang terdapat dalam usus  untuk merombak bahan makanan  dan asam empedu untuk menghasilkan senyawa-senyawa karsinogenik (senyawa penyebab kanker) yang dapat merusak kolon tersebut. Konsumsi serat makanan dapat mempersingkat waktu transit sisa-sisa pencernaan dalam kolon. Dengan  makin pendeknya waktu transit  sisa-sisa pencernaan di dalam usus besar, maka komponen-komponen sisa pencernaan tersebut tidak sempat difermentasi oleh bakteri usus. Oleh karena itu dapat menghindarkan terbentuknya  zat karsinogenik, dan mempersingkat waktu kontak antara zat karsinogenik dengan dinding usus, sehingga dapat mencegah kanker kolon. Selain itu, peranan lain serat makanan adalah dapat menghindarkan obesitas (kegemukan) karena kandungan kalorinya rendah, serta dapat mengikat lemak dan protein untuk dikeluarkan bersama-sama feses. Oleh karena itu, jika anda ingin menurunkan berat badan, tidak ada salahnya jika anda diet serat makanan.

Biasakan Diet yang Sehat dan Seimbang; Tips Langsing
 
 
© Cara Diet Sehat dan Seimbang
credit

SEO Powered By SEOPressor